(2) * Janu Purwono
(3) Gunawan Irianto
(4) Tuti Handayani
*corresponding author
AbstractDiabetes Mellitus (DM), suatu kondisi yang termasuk dalam kategori penyakit metabolik, ditandai dengan kadar glukosa darah yang berlebihan, atau hiperglikemia. Menurut Federasi Diabetes Internasional (lDF), 9,3% populasi dunia antara usia 20 dan 79 tahun diperkirakan menderita diabetes pada tahun 2019. Ini berarti setidaknya 463 juta orang di seluruh dunia. IDF memprediksi pada tahun 2019, prevalensi diabetes akan menjadi 9,65% untuk pria dan 9% untuk wanita. Perkiraan populasi diperkirakan akan terus bertambah, mencapai 576 juta pada tahun 2030 dan 700 juta pada tahun 2045.. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh terapi bekam basah terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu pada penderita diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Panaragan Jaya Kabupaten Tulang Bawang barat. Metode: desain penelitian merupakana penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control. Analis data yang digunakan adalah uji paired sample t-test. Alat ukur yang dipergunakan glukometer untuk mengukur kadar gula. Populasi pada penelitian ini masyarakat dengan diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Panaragan Jaya berjumlah 225 penderita. Jumlah sampel masing-masing kelompok kasus dan kelompok kontrol sebesar 37 responden dengan menggunakan teknik sampling Proposional Sampling. Hasil penelitian ini didapatkan rata-rata kadar gula darah sebelum terapi bekam 305,73 mg/dl dan setelah terapi bekam 274,22 mg/dl, hasil uji paired sample t-test didapatkan p= 0.000 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar gula darah sebelum dan sesudah diberikan terapi bekam basah. Kesimpulan: ada pengaruh terapi bekam basah terhadap kadar gula darah pada pasien diabtetes mellitus. |
Article metricsAbstract views : 315 | PDF views : 476 |
Cite |
Full Text Download
|
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Download